Minggu, 20 April 2025

Teori Asam dan Basa

 TEORI ASAM BASA

Beberapa Teori Asam dan Basa : 

  • Svante Arrhenius (Teori asam basa Arrhenius)

  • Johannes Nicolaus Bronsted dan Thomas Martin Lowry (Teori asam basa Bronsted – Lowry)

  • Gilbert Newton Lewis (Teori asam basa Lewis)


Teori Asam Basa Arrhenius

Asam menurut Arrhenius

  • Senyawa Asam umumnya merupakan senyawa kovalen dan akan menjadi bersifat asam jika sudah dilarutkan di dalam air.

  • Asam adalah suatu zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion Hidronium (H3O+). 

  • Sebagai contoh gas hidrogen klorida (HCl)  jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H3O+  reaksi yang terjadi adalah :

        HCl (g) + H2O(l) → H3O+(aq)  +  Cl-(aq)


  • Namun untuk kepraktisan penulisan (H3O+) dalam air bisa ditulis dengan H+ sehingga dalam bentuk sederhana reaksi ionisasi HCl dalam air ditulis :

 HCl (aq) H+(aq) +    Cl-(aq)

  • Jadi pembawa sifat asam adalah ion H+

  • Jumlah ion H+ yang dapat dilepaskan oleh satu molekul asam disebut valensi asam.

  • Molekul asam yang melepas satu proton atau (H+) disebut asam monoprotik,

         HCl        →  H+ + Cl-

  • Molekul asam yang melepas dua  proton atau (H+) disebut asam diprotik,

          H2SO4   →  2H+ + SO42-

  • Sedangkan molekul asam yang melepas tiga  proton atau (H+) disebut asam triprotik.

           H3PO4     →  3H+ + PO43-

  • Arrhenius mengelompokkan asam menjadi asam kuat dan asam lemah

  • Asam kuat merupakan asam yang derajat ionisasinya besar atau mudah terurai dan banyak menghasilkan ion H+ di dalam larutannya

  • Asam lemah adalah asam yang sukar terionisasi sehingga menghasilkan sedikit ion H+  dalam larutannya


Beberapa contoh asam kuat dan asam lemah, nama asam dan reaksi ionisasinya 

Asam Kuat

Asam lemah


Basa Menurut Arrhenius

  • Menurut Arrhenius, Basa adalah suatu zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion Hidroksida (OH-) misalnya NaOH.

  • Reaksi yang terjadi adalah :

   NaOH (s) + H2O (l)  → NaOH(aq)

  NaOH (aq) Na+(aq) + OH-(aq)

  • Umumnya basa terbentuk dari senyawa ion yaitu senyawa yang terdiri dari kation logam dan anion OH- (hidroksida)

  • Tetapi senyawa amonia  (NH3) meskipun merupakan senyawa kovalen, tetapi ketika di dalam air termasuk senyawa basa sebab setelah dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion (OH)

  NH3 (g)   + H2O (l)   →   NH4+ (aq) + OH-(aq)

  • Jadi pembawa sifat basa adalah ion hidroksida (OH-).

  • Jumlah ion (OH-) yang dilepaskan oleh suatu molekul basa disebut valensi basa. 

  • Arrhenius mengelompokkan basa menjadi basa  kuat dan basa lemah

  • Basa kuat adalah senyawa basa yang dapat dengan mudah terionisasi dalam larutannya menghasilkan ion OH- sehingga jumlah ion OH- dalam larutan sangat banyak,

  • Basa lemah merupakan senyawa basa yang sukar terionisasi dalam larutannya sehingga ion OH- dalam larutan berjumlah sedikit.


Beberapa contoh basa kuat dan basa lemah, nama basa dan reaksi ionisasinya

Basa Kuat


Basa Lemah

Kelemahan :

  • Penjelasan tentang asam dan basa menurut Svante Arrhenius tidak dapat menjelaskan tentang sifat asam dan basa pada larutan yang bebas air atau pelarutnya bukan air.

  • Sebagai contoh asam asetat (cuka) akan bersifat asam jika dilarutakan dalam air tapi ternyata sifat asam tersebut tidak tampak saat asam asetat dilarutkan dalam benzena.



Teori asam basa Bronsted – Lowry

  • Johannes Nicolaus Bronsted

  • Thomas Martin Lowry

  • Johannes Bronsted dan Thomas Lowry secara terpisah mengusulkan bahwa yang berperan penting dalam memberikan sifat asam dan basa suatu larutan adalah ion H+ atau proton. 

  • Ingat bahwa hidrogen hanya mempunyai 1 proton dan 1 elektron.

  • Sehingga jika elektron dilepaskan akan membentuk ion H+ karena hanya memiliki proton saja, maka ion H+ disini desebut sebagai proton

Menurut teori asam basa Bronsted - Lowry, :

  • Asam adalah spesi (ion atau molekul) yang berperan sebagai proton donor ( pemberi proton atau pemberi ion H+) kepada suatu spesi yang lain.

  • Basa adalah spesi (ion atau molekul) yang bertindak menjadi proton akseptor (penerima proton atau ion H+).

  • Pada teori asam dan basa Bronsted – Lowry ada istilah pasangan asam-basa konjugasi


Untuk reaksi ke kanan

  • H2O menerima ion H+ dari HCl sehingga membentuk ion H3O+ , maka H2O bertindak sebagai basa karena menerima ion H+

  • HCl memberikan ion H+ kepada H2O sehingga membentuk ion Cl-, maka HCl bertindak sebagai asam karena melepaskan ion H+

Untuk reaksi ke kiri

  • Ion Cl- menerima ion H+ dari Ion H3O+ sehingga menghasilkan molekul HCl, maka ion Cl- bertindak sebagai basa karena menerima ion H+

  • Ion H3O+ memeberikan ion H+ kepada ion Cl- sehingga membentuk molekul H2O, maka ion H3O+ bertindak sebagai asam karena melepaskan ion H+

  • H2O dan H3O+ merupakan pasangan asam basa konjugasi, dimana H3O+ merupakan asam konjugasi dari H2O, dan sebaliknya molekul H2O merupakan basa konjugasi dari ion H3O+

  • HCl dan Cl- merupakan pasangan asam basa konjugasi, dimana Cl- merupakan basa konjugasi dari HCl, dan sebaliknya molekul HCl merupakan asam konjugasi dari ion Cl-

  • Asam konjugasi berasal dari spesi basa yang telah menerima ion H+

  • Basa konjugasi berasal dari spesi asam yang telah kehilangan ion H+


  • Untuk melihat reaksi asam basa Bronsted – Lowry yang terjadi maka  fokuskan perhatian pada proton (H+). 

Kelemahan :

  • Konsep asam basa menurut Bronsted Lowry mempunyai keterbatasan, terutama di dalam menjelasakan reaksi –reaksi yang melibatkan senyawa tanpa proton atau ion H+. Misalnya reaksi antara senyawa NH3 dan BF3



Teori Asam Basa Lewis

  • Gilbert Newton Lewis

  • Asam adalah zat yang dapat menerima pasangan elektron bebas

  • Basa adalah zat yang dapat memberikan pasangan elekton bebas

  • Pada teori asam basa menurut Lewis ada istilah asam lewis dan basa lewis

Contoh : 


Sehingga menjadi : 

Sehingga : 

NH3  + BF3 ®   NH3BF3    

  • Pada reaksi antara NH3 dan BF3 terjadi serah terima pasangan elektron.

  • BF3 merupakan asam lewis karena mampu menerima pasangan elektron bebas,

  • NH3 merupakan basa lewis karena mampu memberikan pasangan elektron bebas. 

  • Konsep asam basa yang dikembangkan oleh Lewis di dasarkan pada ikatan kovalen koordinasi.

  • Atom atau spesi yang memberikan pasangan elektron di dalam bentuk ikatan kovalen koordinasi akan bertindak sebagai basa

  • Sedangkan atom atau spesi yang menerima pasangan elektron disebut sebagai asam.



Silahkan Simak Vidionya ya….

👇👇👇

https://youtu.be/iarCixqws9k?si=5RItTgIIHoPZOWn8

Jangan lupa subscribe… like… and share ya…



Terima Kasih….

Semoga Bermanfaat….

Sukses Selalu Semuanya…..🥰🥰🥰🥰🥰



Tidak ada komentar:

Posting Komentar