Rabu, 23 Oktober 2024

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEORANG PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 

“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).

Menurut saya dalam kutipan tersebut menyimpan makna bahwa mengajarkan anak untuk berhitung itu penting sebagai pengetahuan yang dapat membantu kita atau murid dalam menjalankan kehidupan ini namun mengajarkan apa yang berharga/ atau utama adalah lebih penting, hal yang paling berharga dan utama dalam hidup ini adalah tentang nilai-nilai kebaikan yang akan membawa manusia hidup lebih baik.

Dalam konteks pembelajaran saat ini yaitu tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin pembelajaran maka dalam kenyataannya setiap keputusan yang kita ambil harus berdasar pada nilai-nilai kebaikan baik bagi diri sendiri ataupun juga orang lain. Maka dalam proses pembelajaran yang kita lakukan sebagai pemimpin pembelajaran tidak hanya melulu soal pegetahuan kognitif maupun keterampilan tapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan terutama nilai agama untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan.

Ketika seseorang sudah memiliki nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan dalam diri nya maka apapun yang dilakukan akan selalu kembali kepada kebaikan apa yang dapat dilakukan dan diberikan serta berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkannya.


Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?

Nilai-nilai kebaikan atau prinsip yang kita anut akan memberikan dampak bagi lingkungan kita. Hal ini dapat terlihat dalam :

dengan memiliki nilai keadilan maka dalam memutuskan segala perkara kita akan memikirkan apakah keputusan kita ini adil atau bahkan merugikan orang lain. 

dengan memiliki nilai kasih dan sayang maka dalam memutuskan segala perkara kita akan melihat apakah keputusan kita ini dapat berguna bagi orang lain atau malah dapat melukai orang lain baik fisik maupun batinnya.

dengan memiliki nilai kejujuran maka dalam mengambil keputusan kita akan selalu berusaha terbuka agar setiap orang dapat memahami dan tidak berprasangka. Karena dengan  berprasangka orang dapat menimbulkan fitnah dan permusuhan.

Hal yang sama juga dengan lingkungan pendidikan. Nilai-nilai yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan pendidikan, seperti Nilai keadilan dalam dunia pendidikan akan berpengaruh pada pemberian hak dan kewajiban yang dapat diterima siswa dalam proses pembelajaran. Dengan berpegang teguh pada nilai keadilan maka kita sebagai guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. 


Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?

Sebagai pemimpin pembelajaran saya  memiliki kontribusi dalam pengambilan keputusan yang bijaksana dan berorientasi pada kebutuhan murid. Hal yang dapat saya lakukan :

mengutamakan keadilan. saya berusaha memastikan bahwa keputusan yang saya buat dapat memberikan kesempatan yang sama  dan setara bagi semua murid.

mendengarkan dan melibatkan murid, yaitu dengan berkomunikasi aktif dengan murid, mendengar pendapat, dan melibatkan murid dalam mengambil keputusan.

Menghargai segala keragaman yang ada dalam kelas, yaitu perbedaan cara belajar, budaya, dan kebiasaan sehingga berusaha mempersiapkan pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda.

 

Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.

~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

Kutipan tersebut mencerminkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu saja melainkan juga tentang penanam nilai karakteri dan etika sehingga murid akan menjadi individu yang beretika dan berkarakter. Maka Pendidikan adalah tempat utama dalam mewujudkan generasi yang bernilai, beretika dan berkarakter


Rangkuman

Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu : 

Ing ngarso Sung tulodo

Dapat diterapkan dalam proses pengambilan keputusan berupa keputusan yang dilakukan oleh seorang pemimpin haruslah  dapat menjadi contoh atau tauladan yang baik bagi orang orang yang dipimpinnya sebagaimana arti dari 

Ing madya mangu Karso

Dapat diterapkan dalam proses pengambilan keputusan berupa keputusan yang mampu memberikan motivasi pada orang-orang yang dipimpinnya dalam hal ini guru, sehingga guru terus termotivasi menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid dengan segala kreativitas dan inovasi yang dimiliki.

Tut Wuri Handayani

Dapat diterapkan dalam proses pengambilan keputusan dimana hasil keputusan tersebut dapat mendorong orang-orang yang dipimpinnya dalam hal ini  guru untuk dapat berkembang dan meningkatkan kompetensinya untuk terus berkarya dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid.



Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang kita miliki sebagai guru penggerak yaitu berpihak pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif harus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Sehingga dalam mengambil keputusan kita sebagai guru akan memilih keputusan yang berpihak pada murid, keputusan yang dibuat meruapakan keputusan yang kolaboratif sehingga hasil keputusan dapat diterima oleh semua pihak yang terkait, keputusan yang dibuat merupakan ide atau inovasi kita sebagai guru dalam mengatasi masalah yang ada sehingga solusi yang diperoleh merupakan solusi yang tepat guna, keputusan yang dibuat sudah melalui proses pembelajaran yang telah diperoleh, dan keputusan yang diperoleh selalu dievaluasi untuk mencapai keputusan yang benar-benar efektif 




Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Kegiatan coaching/bimbingan yang diberikan oleh fasilitator atau pendamping dapat menjadi bekal dalam melakukan proses pengujian keputusan melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Dalam coaching terdapat kompetensi inti yaitu kehadiran penuh, mendengarkan aktif, dan mengajukan pertanyaan yang berbobot. Kompetensi coaching ini dapat diterapkan oleh kita sebelum kita mengambil keputusan, yaitu kita harus benar-benar mengatahui permasalahan sebenarnya melalui banyak mendengar dari orang-orang yang terlibat, kita harus dapat  mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berbobot untuk menggali permasalaan yang sebenarnya serta mencari kemungkinan -kemungkinan solusi yang ada secara kolaboratif. Selain itu untuk dapat mendapatkan informasi yang tepat maka kita harus menerapkan kompetensi kehadiran penuh agar mendapatkan rangkaian permasalahan yang benar. Sehinga dengan menerapkan kompetensi coaching ini kita dapat benar-benar mendapatkan keputusan yang tepat bagi semua pihak.



Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Guru yang memiliki kemampuan dalam mengelola dan memahami aspek sosial emosional akan memiliki kedasaran diri untuk bisa memahami perasaan, emosi, dan nilai diri sendiri, memiliki managemen diri yang baik sehingga mampu mengelola emosi dan perilaku, memiliki kesadaran sosial sehingga mampu memahami sudut pancang atau cara berfikir orang lain dan dapat berempati terhadap orang lain, memiliki keterampilan berelasi sehingga dapat berkomunikasi dengan baik dan efektif, dan dapat mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Dalam mengatasi kasus dilema etika maka sebagai guru yang memiliki kompetensi sosial emosional yang baik dapat menyelesaikan kasus tersebut dengan hati yang dingin, tenang sehingga pengambilan keputusan dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan semua orang.



Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Studi kasus yang berkaitan dengan moral atau etika harus didasari dengan nilai-nilai yang dianut oleh seorang guru berupa nilai nilai kebajikan yang bersifat universal seperti nilai keadilan, keselamatan, tanggung jawab, kejujuran, rasa syukur, empati, toleransi dan lain-lain. Kasus dilema etika harus dianalisis berdaarkan paradigma, prinsip dan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan yang didalamnya didasari oleh nilai nilai kebajikan tersebut.



Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat harus dilakukan dengan cara yang tepat pula. Pengambilan keputusan harus disesuaikan dengan situasi yang terjadi dengan berlandaskan nilai-nilai kebajikan universal. Ketika keputusan yang diambil sudah tepat maka akan tercipta lingkungan yang positif, kondusif, nyaman dan aman. Keputusan yang tepat akan dapat diterima oleh semua pihak yang terkait dengan tidak ada yang merasa dirugikan atas keputusan tersebut.


Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan yang ada di lingkungan saya antara lain masih ada rasa senioritas sehingga merasa selalu ingin diutamakan. Adanya budaya atau kebiasaan yang turun menurun diwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga dalam mengambil keputusan kadang sulit dan tidak relevan. Perlu adanya perubahan paradigma dimana keputusan yang dibuat harus merupakan keputusan yang kolaboratif dengan memperhatikan paradigma dilema etika yaitu adanya dilema individu lawan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan, janngka pendek lawan jangka panjang, sehingga keputusan benar benar tepat dan dapat diterima.


Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Pengambilan keputusan yang kita ambil harus berpihak pada murid. Dalam pembelajaran salah satu strategi agar pembelajran berpihak pada murid adalah dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid sesuai dengan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid. Sehingga tercipta merdeka belajar sesuai dengan potensi yang ada pada murid murid.


Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Dalam mengambil keputusan maka seorang pemimpin pembelajaran harus mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan yang terjadi. Termasuk hal - hal yang menyangkut masa depan murid. Oleh karena itu dalam mengampil keputusan kita harus hati-hati dan menerapkan 9 langkah pengujian keputusan dengan sistematis dan sesuai dengan paradigma dan prinsip dilema etika.


Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Pengamnbilan keputusan haruslah dijiwai filosofi Ki Hajar Dewantara dan berpegang teguh pada nilai guru penggerak yaitu berpihak pada murid dengan berlandaskan nilai-nilai kebajikan yang universal. Keputusan yang diambil harus mempertimbangkan berbagai hal termasuk didalamnya adalah mempertimbangkan masa depan murid. Pengambilan keputusan akan berpengaruh pada pengajaran yang memebrikan kemerdekaan pada murid untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki siswa sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. Seorang pemimpin haruslah memiliki kompetensi sosial dan emosional agar dapat mengambil keputusan dengan penuh kesadaran diri, mampu mengelola emosi dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Saat proses pengujian keputusan diperlukan kompetensi inti coaching agar dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya untuk mengambil keputusan.



Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dalam modul 3.1 ini saya mempelajari tentang dilema etika, bujukan moral, paradigma dan prinsip dilema etika, dan pengujian keputusan,

Dilema etika adalah situasi dimana seseorang harus menetukan pilihan atas suatu kasus yang secara moral kedua pilihan tersebut adalah benar lawan benar. Sedangkan bujukan moral merupakan situasi dimana keputusan yang akan dibuat merupakan pilihan benar lawan salah.

Terdapat 4 paradigma dilema etika :

1. Individu lawan kelompok

2. Rasa Keadilan lawan rasa kasihan

3. Kebenaran lawan kesetiaan

4. Jangka pendek lawan jangka panjang

 

Dalam pengambilan keputusan pada kasus dilema etika terdapat 3 prinsip dalam proses penelesaiannya :

1. berfikir berbasis hasil akhir

2. berfikir berbasis peraturan

3. berfikir berbasis rasa peduli

 

Dalam pengambilan keputusan dan menguji keputusan yang akan diambil dalam menghadapi kasus dilema etika ada 9 langkah yang dapat dilakukan :

1. Mengenali nilai-nilai yang saling berhubungan

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini

4. Pengujian Benar atau salah (Uji legal, Uji regulasi, Uji intuisi, Uji Publikasi, Uji panutan)

5. Pengujian paradigma benar lawan benar (individu lawan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, jangka pendek lawan jangka panjang)

6. Melakukan Prinsip resolusi (berfikir berbasis hasil akhir, berfikir berbasis peraturan, berfikir berbasis rasa peduli)

7. Investigasi opsi trilema

8. Buat Keputusan

9. Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Hal yang di luar dugaan adalah dalamm mengambil keputusan adalah hal yang tidak mudah, ada banyak langkah untuk menguji keputusan yang telah dibuat.



Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Saya pernah menerapkan pengambilan keputusan dalam mengahadapi kasus dilema etika dimana terdapat 2 pilihan yang benar lawan benar. Saya berusaha berkomunikasi dengan pihak pihak terkait seperti guru mapel lainnya, guru BK, wakasek untuk mengambil keputusan yang terbaik atas kasus yang dialami siswa saya.  Namun setelah saya mempelajari modul 3.1 ini dimana dalam menentukan keputan diperlukan penerapan paradigma dan prinsip dilema etika serta menerapkan 9 langkah pengujian keputusan yang diambil dalam kasus dilema yang terjadi. Sehingga keputusan yang diambil benar-benar eferktif dan berpihak pada murid dan dapat dipertanggung jawabkan.




Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dengan memepelajari modul 3.1 ini tentang pegnambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan seorang pemimpin ini saya merasa terbantu dan mulai memahami bagaimana seharusnya guru sebagai pemimpin pembelajaran dapat mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawa. Materi dalam modul ini berdampak positif bagi saya dalam menyelesaikan kasus-kasus dilema etika yang saya hadapi. Saya juga mengenal dan mulai menerapkan paradigma dan prinsip dilema etika dalam menyelesaikan kasus dilema etika dan  melakukan 9 langkah yang harus diterapkan dalam pengujian keputusan yang telah diambil


Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Menurut saya sangat penting topik modul 3.1 ini dipelajari baik untuk saya sebagai seorang individu mapuan sebagai pemimpin pembelajaran. Karena dalam aktivitas sehari-hari kita banyak dihadapkan dengan berbagai kasus yang banyak diantaranya merupakan  dilema etika. Kita dihadapkan dengan 2 pilihan yang benar lawan benar sehingga untuk mengambil keputusan harus benar-benar tepat bagi semua terutama sebagai pemimpin pembelajaran keputusan harus berpihak pada murid.

                TERIMA KASIH

                SALAM GURU PENGGERAK 

Senin, 14 Oktober 2024

Teori Atom Modern

 TEORI ATOM MODERN



Tokoh – tokoh yang merumuskan teori atom moderen/ Teori atom mekanika kuantum adalah : 



  • Menurut de Broglie, elektron dapat berperilaku sebagai materi (partikel)  dan berperilaku sebagai gelombang.

  • Prilaku/sifat  elektron ini dikenal dengan istilah dualisme gelombang partikel.

  • Elektron bersifat sebagai materi karena elektron dapat menempati ruang dan memiliki massa sedangkan elektron bersifat sebagai gelombang dalam mengelilingi inti elektron bergerak seperti gelombang.


 

  • Karena gerak gelombang elektron dan ukuran elektron yang sangat kecil maka :

  • Menurut Heisenberg, tidak mungkin menentukan kecepatan dan posisi elektron secara bersamaan, tetapi yang dapat ditentukan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti. (dikenal dengan prinsip ketidakpastian Heisenberg)

  • Suatu daerah di sekitar inti dengan kebolehjadian menemukan elektron disebut orbital elektron.

  • Orbital berbeda dengan orbit

  • ØOrbit menyatakan suatu lintasan elektron dalam mengelilingi inti

  • Orbital elektron adalah suatu daerah disekitar inti dengan kemungkinan terbesar ditemukannya elektron.

  • Orbital digambarkan berupa awan, yang tebal tipisnya menyatakan besar kecilnya kemungkinan ditemukan elektron di daerah tersebut.

  • Setiap orbital memiliki ukuran, bentuk, dan arah orientasi ruang yang berbeda

  • Orbital-orbital bergabung membentuk subkulit

  • Jenis subkulit  dilambangkan dengan s (sharp/tajam), p (principal/utama), d (diffuse/kabur), f (fundamental/dasar)



  • Erwin Schrodinger mengemukakan bahwa ”Kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti yang dapat ditentukan adalah kemungkinan menemukan elektron sebagai fungsi jarak dari inti atom”. (dikenal persamaan gelombang partikel)

  • Penyelesaian persamaan gelombang partikel oleh Schrodinger akan menghasilkan bilangan kuantum

  • Bilangan kuantum merupakan bilangan yang dapat menggambarkan ukuran, bentuk dan arah orbital tempat elektron berada.

  • Berdasarkan Teori Schrodinger dan prinsip ketidakpastian Heisenberg melahirkan model atom moderan atau mekanika kuantum yaitu sebagai berikut:

  • unchecked

    Posisi elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti.

  • unchecked

    Elektron bergerak mengelilingi inti pada tingkat energi tertentu (kulit).

  • unchecked

    Pada setiap tingkat energi terdapat sub tingkat energi (subkulit).

  • unchecked

    Setiap sub tingkat energi (subkulit) terdapat orbital tempat dimana kebolehjadian elektron berada.



Terima kasih…

Semoga bermanfaat


Rabu, 09 Oktober 2024

Karakteristik Atom Karbon


Unsur karbon ( C ) merupakan unsur yang istimewa karena unsur karbon dapat membentuk jutaan jenis senyawa yang berbeda. Karbon dapat membentuk senyawa sederhana seperti karbon monoksida CO, metana CH4 hingga senyawa yang sangat kompleks misalnya hemoglobin (C2932H4724N828O840S8Fe4) dalam darah.

Apa yang menyebabkan atom karbon dapat membentuk jutaan senyawa???


  • Karakteristik atom karbon

  • unchecked

    Atom karbon memiliki 4 elektron valensi sehingga mampu mengikat 4 atom lain dengan ikatan kovalen sesuai kaidah oktet.

  • unchecked

    Atom karbon dapat berikatan kovalen tunggal, kovalen rangkap 2 dan kovalen rangkap 3 dengan atom lain.


  • unchecked

    Atom karbon dapat berikatan kovalen tunggal, kovalen rangkap 2 dan kovalen rangkap 3 dengan atom karbon lainnya.

  • unchecked

    Atom karbon dapat berikatan dengan atom karbon lain dalam jumlah yang banyak dan membentuk rantai karbon

  • unchecked

    •Rantai karbon terbagi menjadi 2 macam yaitu rantai karbon terbuka (alifatik) dan rantai karbon tertutup (alisiklik)


Rantai karbon terbuka

Rantai karbon tertutup

  • unchecked

    Berdsarkan kejenuhan ikatannya, atom karbon dibedakan menjadi :

  • Atom karbon jenuh = atom karbon yang memiliki ikatan kovalen  tunggal antar atom karbonnya. (Alkana)

  • Atom karbon tidak jenuh = atom karbon yang memiliki ikatan kovalen rangkap 2 (alkena) atau rangkap 3 (alkuna) antar atom karbonnya


Posisi Atom Karbon dalam rantai karbon

  • unchecked

    Atom karbon memiliki posisi/kedudukan tertentu dalam rantai karbon:

  • Atom C primer (1o

            Atom C yang  mengikat langsung 1 atom C lain.

  • Atom C sekunder (2o)

            Atom C yang mengikat langsung 2 atom C lain.

  • Atom C tersier (3o)  

           Atom C yang mengikat langsung 3 atom C lain.

  • Atom C kuartener (4o

            Atom C yang mengikat langsung 4 atom C lain.




Terima kasih...
Semoga bermanfaat...